You are here
Tingkatkan Efisiensi Pascapanen Jagung Tim PkM Sarjana Terapan Teknik Mesin FV UNY Terapkan Mesin Pemipil Modern di Gunungkidul
SEMANU, GUNUNGKIDUL – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Sarjana Terapan Teknik Mesin Fakultas Vokasi UNY menggelar program pelatihan dan penerapan teknologi pemipil jagung di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Kenteng pada 25 Juli 2026 ini bertujuan untuk mendorong modernisasi sektor pertanian serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Program PkM ini diketuai oleh Ir. Prihatno Kusdiyarto, M.Eng., Ph.D., bersama dua anggota tim pengabdi, yaitu Muhammad Imawan Badranaya, M.Eng., dan Aulia Majid, S.T., M.Eng. Kehadiran teknologi ini difokuskan untuk membantu para petani lokal yang tergabung dalam Kelompok Tani Marsudi Luhur, Padukuhan Kepuh, dalam mengoptimalkan pengelolaan hasil panen jagung.
Penyerahan Mesin Pemipil Jagung Berbasis Kebutuhan Lokal
Kegiatan diawali dengan penyerahan secara formal 1 (satu) unit mesin pemipil jagung bermotor (corn sheller) kepada Kelompok Tani Marsudi Luhur. Mesin ini dirancang secara kustom untuk menyesuaikan dengan karakteristik komoditas jagung lokal Gunungkidul. Ditenagai motor bensin berkekuatan 5,5 HP, mesin ini mampu mencapai kapasitas pemipilan hingga 500 kg per jam.
Kehadiran mesin pemipil modern ini ditujukan untuk memodernisasi proses pascapanen yang sebelumnya masih mengandalkan cara manual secara konvensional. Pemipilan manual dengan tangan atau alat sederhana selama ini dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu yang lama serta menyedot banyak tenaga kerja.
Pelatihan Teknis dan Keselamatan Kerja
Guna menjamin keberlanjutan pemanfaatan teknologi, tim pengabdi menggelar pelatihan teknis komprehensif yang diikuti oleh 25 anggota aktif Kelompok Tani Marsudi Luhur. Pelatihan memadukan pembekalan teori keselamatan kerja dan praktik langsung (hands-on) yang mencakup tiga materi utama: 1. Standardisasi Keselamatan Kerja: Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) pengoperasian mesin guna mencegah potensi kecelakaan kerja. 2. Teknik Pengoperasian Optimal: Pengaturan celah pemipil dan alur pengumpanan (feeding) tongkol jagung agar mesin bekerja efisien dan terhindar dari penyumbatan. 3. Pemeliharaan Rutin: Prosedur pembersihan sisa jerami, penggantian oli mesin berkala, serta pengecekan ketegangan sabuk pemutar (v-belt). Melalui evaluasi tes unjuk kerja (post-test), sebanyak 100% peserta berhasil memahami langkah operasional dasar dan 88% di antaranya telah mampu melakukan pemeliharaan mandiri serta penanganan kendala teknis ringan (troubleshooting).
Lonjakan Efisiensi dan Kualitas Hasil Panen
Pengujian lapangan yang dilakukan pada kadar air jagung rata-rata 14%–17% mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan metode tradisional: Kapasitas Produksi: Metode manual hanya mampu memipil 15–20 kg/jam per orang, sedangkan penggunaan mesin mencapai 450–500 kg/jam, atau melonjak lebih dari 20 kali lipat. Efisiensi Waktu dan Biaya: Pengolahan 1 ton jagung yang sebelumnya membutuhkan durasi sekitar 50 jam kerja/orang secara manual kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu 2,2 jam. Penghematan waktu ini berhasil menekan biaya tenaga kerja pascapanen hingga 75%. Dan yang terakhir, Kualitas Hasil: Tingkat kerusakan biji (broken grain) dapat ditekan hingga di bawah 2%, dengan kebersihan biji jagung dari tumpukan janggel mencapai 96%.
Dampak Sosio-Ekonomi dan Penguatan Kelompok Tani
Selain memberikan dampak teknis, penerapan teknologi ini turut memperkuat kelembagaan Kelompok Tani Marsudi Luhur. Mesin pemipil jagung dikelola secara kolektif di bawah unit usaha kelompok dengan menetapkan tarif sewa internal yang terjangkau bagi anggota. Pendapatan sewa tersebut dialokasikan untuk biaya bahan bakar, pemeliharaan berkala, serta pengisian kas kelompok.
Melalui integrasi teknologi modern dan pengelolaan mandiri ini, tim PkM berharap masyarakat tani di Padukuhan Kepuh dapat terus meningkatkan produktivitas, menjaga mutu hasil panen, dan mengukuhkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.[PK]
Download
Pengisian Data :
Kontak Kami
Copyright © 2026,
